PEMDES LAMBANGAN – Tradisi Ruwah Desa Dusun Kemulan, Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, kembali digelar dengan penuh khidmat dan kemeriahan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sejak pagi hingga malam, masyarakat tumpah ruah mengikuti seluruh rangkaian acara yang menjadi wujud syukur sekaligus pelestarian budaya leluhur.
Sejak pagi hari, warga Dusun Kemulan telah berbondong-bondong memadati halaman depan balai RW atau Posyandu Dusun Kemulan untuk mengikuti acara kenduri yang oleh masyarakat setempat biasa disebut “bancaan”. Suasana kebersamaan begitu terasa saat warga membawa berbagai hidangan untuk didoakan dan dinikmati bersama.

Acara resmi dimulai dengan ditandai pemukulan kentongan oleh Kepala Dusun Kemulan sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan Ruwah Desa. Acara pagi berlangsung dengan lancar dan meriah. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Turut hadir Kepala Desa Lambangan, Mulyanto, S.H., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi ruwah dusun sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Tradisi seperti ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur atas nikmat dan keselamatan yang diberikan,” ujar beliau dalam sambutannya.
Memasuki siang hari selepas salat Dhuhur, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran wayang yang disambut hangat oleh masyarakat Dusun Kemulan. Pertunjukan ini menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan nuansa budaya Jawa yang kental dan sarat makna. Alunan tembang-tembang jawa mengalun indah diiringi dengan gamelan jawa.
.jpg)
Sebagai puncak acara, pada malam harinya digelar pagelaran ludruk dari Ludruk Karya Baru yang berasal dari Mojokerto. Penampilan yang disuguhkan berhasil memukau para penonton. Mulai dari Tari Remo yang enerjik, Tari Ular yang atraktif, hingga hiburan lawak khas ludruk yang mengundang gelak tawa, seluruh rangkaian pertunjukan membuat suasana semakin semarak.
Para penonton tampak sangat terhibur dan bergembira menyaksikan setiap penampilan hingga acara berakhir menjelang tengah malam. Ruwah Desa Dusun Kemulan tahun ini pun menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya tradisional masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan tradisi Ruwah Desa dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda rutin tahunan yang semakin mempererat persatuan warga Dusun Kemulan, Desa Lambangan. (ajs)